Sugeng Rawuh


free counter

Rabu, 07 Oktober 2009

BAR CODE

Papi RH:
Menurut berita dari Google, bar code (itu lho sederetan garis tebal dan tipis vertikal) hari ini berusia 57 tahun, karena penemuan itu dipatent-kan pada tanggal 7 Oktober 1957. Penemuan itu telah merevolusikan dunia business sehingga menjadi amat efisien. Kita tak dapat membayangkan membeli barang dari toko tanpa adanya bar code!
Kalo boso jowonya apa ya? Bar-kukut (habis gulung tikar?)

Papilon:
Meskipun usia penemuan bar code sudah lebih dari setengah abad, namun di Indonesia pemanfaatannya belumlah lama. Bahkan 15 tahun lalu kode bar itu belum dipakai oleh, misalnya pabrik kosmetik, yang pernah saya tangani. Saya tidak tahu bagaimana situasinya di negara2 lain.

Papi Iss:
Dalam bahasa Indonesia sudah ditemukan oleh Papilon tahun 2009 gitu kok: kodebar.
kalau papi iss: ku debardebar.

Papi Iss:
Dalam Wahyu ada disebutkan bahwa dahi kita besok akan diberi bar code, jadi kalau kita masuk supermarket gitu, bar code di dahi akan kena scan. krik. dan supermarket itu akan tahu: siapa namaku, alamatku, profesiku, npwpku, duit yang aku punyai di bank, etc, keterangan keterangan finansial lainnya.

Nah aku lalu belanja ini belanja itu, dan lalu pergi ke kasir aku kagak perlu bayar.
Dengan bar code di dahiku itu tadi pihak super market sudah cekrik dan duitku sudah pindah ke rekeningnya dia. Kartu kredit jadi kuno banget deh.

Papilon:
Begitu tahu siapa kita, supermarket langsung melarang kita masuk. Soale kita ketahuan kalau "punya utang sejibun" tur ora tau iso nyaur.

Papi RH
Penemu barcode adalah seorang Amerika bernama Bernard Silver yang sayang telah meninggal dunia pada tahun 1962 karena kecelakaan mobil sebelum penemuannya menguasai dunia.

Penemuannya semula tidak langsung diterima, tetapi untuk menyingkat cerita panjang, setelah penemuan itu (diciptakan 1949!) dibeli oleh IBM dan dipatentkan pada hari ini 1952, maka sedikit demi sedikit penemuan ini menyebar.

Anehnya bahkan di AS sendiripun pemakaian secara publik baru mulai hari ini pada tahun 1973. Barang dagangan pertama yang dijual menggunakan barcode adalah (hayo TEBAK!!!) permen karet Wrigleys, maklum barang itulah yang paling laris di sana.
Sejak itu kepraktisan penemuan ini menyebar ke seluruh dunia.

Inilah kisah perkembangannya secara singkat di Australia.
1978
APNA atau The Australian Product Numbering Association mulai, artinya barcode secara bertahap akan mulai disebarluaskan

1979
Rowntree Hoadley (merek perusahaan premen/manisan terkemuka) adalah pemakai pertama yang mencatatkan diri

1984
962 anggota APNA telah mendaftarkan diri

1986
500 pusat perbelanjaan di seluruh Australia menggunakan barcode dan 90% barang grosir yang dijual di Australia sudah memakai barcode

1988
Department store Grace Bros di NSW, dan Kmart di Victoria sudah menggunakan barcode

Jadi di Oz usia penggunaan baru 30 tahun, lima tahun setelah mulainya di AS.

Ada yang ingat kapan anda melihat tanda barcode di Indonesia yang paling awal?

Gitu deh…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar